Rabu, 22 Agustus 2018

Sudah Main Bertahan, Timnas Putri Indonesia Tetap Digebuk Korsel 0-12


Nuansa Berita - Tim nasional Wanita Indonesia harus dihilangkan dari cabang sepakbola Asian Games 2018. Itu setelah Indonesia dikalahkan oleh Korea Selatan dengan skor 0-12.

Melakukan pertandingan di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa (21/8/2018), gawang Indonesia berturut-turut kebobolan oleh Hyunyoung Lee yang membuat lima gol di menit ke-4, (38 '), (47'), (71 '), ( 90 '), dua gol dari Mira Moon (11'), (37 ') Seonjoo Lim (14'), Hwayeon Son (48 '), Selgi Jang (69'), Soyun Ji (89 ') dan (90 + 2 ).

Hasil ini membuat Korea lolos sebagai juara Grup A dengan sembilan poin. Sementara Indonesia menempati peringkat ketiga dengan tiga poin dan tersingkir karena defisit gol yang sangat besar. Itu juga yang membuat Indonesia gagal bersaing dengan Hong Kong dalam perlombaan untuk trek peringkat ketiga terbaik.

0-4 kekalahan dari Taiwan dan 0-12 dari Korea Selatan membuat tim Satia Bagja kebobolan 16 gol, lebih banyak dari Hong Kong yang kebobolan 15 gol setelah mengalahkan China 0-7 dan Korea Utara 0-8.

Setelah pertandingan, pelatih Satia Bagja mengakui bahwa Indonesia kehilangan kelas. Dia juga mengakui bahwa strategi defensif yang diterapkan tidak mampu mencegah Danielle Daphne dkk dari kebobolan banyak gol.

"Saya minta maaf. Sebelumnya kami memiliki selisih gol dengan Hong Kong lima gol. Saya telah mencoba upaya untuk memainkan banyak pertahanan. Saya juga ingin melihat pemain yang naluri tidak dapat dipertahankan," kata pelatih Indonesia Satia Bagja.

Di babak pertama, Indonesia sudah kebobolan lima gol. Di babak kedua, alih-alih tetap lebih ketat, gol Vera Lestari menjadi bulanan Korea Selatan.

Bagja menjelaskan, dia sudah mencoba meminta timnya untuk memegang bola lebih banyak. Namun kualitas Korea Selatan sebenarnya berbeda dari Indonesia.

"Saya mengatakan ini, tidak perlu terburu-buru, bersabar, yang terpenting adalah bola di kaki. Tapi ternyata anak-anak tidak mampu. Jujur saja, waktu pemulihan hari itu tidak cukup bagi kita," tambahnya. Bagja.

"Aku juga mencoba bertanya agar tidak ada penyeberangan. Beberapa kali menyeberang, masuk. Itu juga yang kami perkirakan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar